Back to VTubers
YouTube subscribers 2.3K
▲ +51 / 12d

Social Links

Data Sources

Rai Aurelion

AKA Dewa GerhanaDewa JatuhRai
Independent Unknown

About

Rai Aurelion adalah seorang VTuber dengan identitas sebagai “The Golden Eclipse”, sosok dewa gerhana yang telah jatuh dari langit. Dahulu dikenal sebagai The Golden Moonlight, ia kehilangan kekuatan dan namanya setelah menentang para dewa demi melindungi umat manusia. Kini hidup sebagai makhluk fana, Rai hadir di dunia digital untuk kembali membangun eksistensinya.
Bios from their socials (1)

Bio (from YouTube)

Aku adalah Rai Aurelion, The Golden Eclipse, dewa gerhana yang telah jatuh dan kini berjalan di dunia manusia. Di sini, aku akan menemani kalian melalui berbagai hal, dari bermain game, berbagi cerita, sampai menikmati momen santai bersama. Meski pernah berasal dari langit, sekarang aku hanyalah sosok yang mencoba bangkit kembali… perlahan, dengan bantuan cahaya dari kalian semua. Jika kalian ingin mendukung perjalananku, jangan lupa untuk subscribe, like, share, dan comment. Setiap suara dan kehadiran kalian adalah bagian dari cahaya yang membantuku kembali bersinar. Dan kalau ada pertanyaan, jangan ragu untuk komentar. Aku akan mencoba menjawabnya… selama ingat dan bisa ku jawab, tentunya.

Character Info

Country ID Indonesia

Community

Genres anime, chatting, gaming, horror

Tags

dewa gerhanadewa jatuhrairai-samarairai

Recent Activity

Recent Videos
Loading videos…
Advertisement

Lore

🌘🦉 Rai Aurelion The Golden Moonlight → The Golden Eclipse

Di puncak tertinggi sana, tempat hukum semesta terukir lewat kilau bintang, para dewa berkumpul tiap seratus tahun sekali. Mereka menyebut sidang agung ini Celestial Convergence. Di ruang itulah nasib dunia diputuskan lewat sudut pandang yang dingin. Mereka mengamati gerak-gerik manusia, menimbang keseimbangan alam, dan tanpa ragu melibas apa pun yang berpotensi mengusik kenyamanan takhta langit.

Begitu manusia melangkah terlalu jauh, saat iman mereka mulai luntur, atau ketika ada kekuatan fana yang mulai mengancam langit, para dewa tak segan menancapkan aturan baru.

Dalam salah satu pertemuan paling krusial, lahir dua hukum yang kejam. Pertama, Veil of Diminishment, sebuah sekat pembatas agar manusia tak akan pernah bisa menyamai ranah ilahi. Siapa pun yang lahir terlalu jenius atau berbakat, akan dipatahkan takdirnya sebelum sempat bersinar. Kedua, Law of Silent Reverence. Aturan ini mengharamkan para dewa ikut campur dalam urusan manusia. Membiarkan dunia fana belajar dengan cara yang kasar: lewat luka, darah, dan kehilangan.

Sebagian besar dewa setuju. Bagi mereka, manusia tidak lebih dari sesuatu yang harus dikendalikan.

Namun tidak semua diam.

Rai Aurelion, yang dikenal sebagai Golden Moonlight, menolak. Ia bukan cahaya yang menyilaukan seperti matahari. Cahayanya lembut, berwarna emas pucat, hadir dalam sunyi dan membimbing dalam gelap. Baginya, kekuasaan tanpa empati bukanlah ketertiban, melainkan bentuk lain dari penindasan.

Sayangnya, suaranya kalah oleh jumlah.

Rai memilih untuk melawan. Ia tidak sendirian. Di sisinya berdiri Golden Sun, sosok yang selalu membawa kehangatan serta keberanian, bersama Silver Arbiter, sahabat karib yang sekian lama menjadi penengah konflik di antara para dewa.

Mereka nekat menentang titah Dewan. Langkah ini diambil bukan karena haus kekuasaan, tapi murni karena tak ingin melihat dunia fana kehilangan harapan. Bentrokan ideologi itu hebat bukan main—mengguncang seisi langit dan menyisakan retakan besar pada tatanan kosmik yang selama ini dikira mustahil untuk digugat.

Namun para dewa tidak ingin perang berkepanjangan.

Tanpa sepengetahuan Rai, mereka mendekati Silver Arbiter dan menawarkan sesuatu yang sulit ditolak: sebuah takhta baru, kekuasaan atas aspek kosmik, dan kedudukan setara dengan dewa tertinggi. Sebagai gantinya, hanya satu hal yang diminta: Rai.

Selama ini perak selalu berada di bawah emas. Dan untuk pertama kalinya, kesempatan untuk melampaui itu terbuka. Di situlah ambisi mulai tumbuh, perlahan menggantikan kepercayaan.

Sialnya, tepat di saat Rai hampir berhasil merubuhkan keputusan sepihak Dewan, pengkhianatan itu datang mendadak. Ia dihempaskan dari belakang oleh sosok yang selama ini paling ia percayai sebagai kawan seperjuangan.

Rai tidak dibunuh. Hukuman yang diberikan jauh lebih kejam. Status dewanya dilucuti, kekuatannya disegel, dan namanya dihapus dari langit.

Dalam hukum kosmik, nama adalah segalanya. Ketika sebuah nama lenyap dari konstelasi, maka keberadaan itu ikut hilang. Tidak ada yang mengingat. Tidak ada yang menyebut. Seolah ia tidak pernah ada.

Rai tidak hanya jatuh. Ia dilupakan.

Golden Sun, yang tetap berada di pihaknya, juga dihukum. Cahayanya direnggut dan ia dijauhkan dari tempatnya.

Sejak saat itu, Golden Moonlight tidak lagi dikenal. Yang tersisa hanyalah Golden Eclipse. Dan dari cahaya yang pernah bersinar, lahir pula sosok baru bernama Fallen Sun.

Dua puluh empat tahun yang lalu, Rai dilempar ke dunia manusia sebagai makhluk fana.

Di sana, ia hidup tanpa kekuatan, mencoba memahami sisa-sisa dirinya. Ia terus memutar otak untuk menjebol segel yang mengikat tubuhnya, mencoba meraba-raba kembali sisa memori tentang siapa dirinya yang dulu. Namun lambat laun, sebuah kenyataan pahit mulai menamparnya.

Eksistensi seorang dewa itu mutlak bergantung pada ingatan mereka yang menyembah-Nya.

Tanpa sebuah nama dan pengakuan, ia tak lebih dari sekadar bayangan yang pelan-pelan terkikis waktu. Layaknya gerhana yang lewat begitu saja tanpa ada satu orang pun yang mendongak ke langit.

Untungnya, setelah sekian lama terpuruk, Rai menemukan celah baru. Ia tak lagi berniat mengobrak-abrik langit atau menantang para dewa secara frontal. Kali ini, langkah yang ia ambil jauh lebih membumi.

Ia hanya perlu membuat manusia mengingat namanya lagi.

Setiap pasang telinga yang mendengar namanya, setiap bibir yang menyebutnya, dan setiap jiwa yang menyadari kehadirannya, akan menjadi percikan cahaya kecil yang ia butuhkan untuk bangkit.

Alasan itulah yang membawanya untuk mendalami dunia digital sekarang. Ia mengobrol, bermain game, dan tertawa lepas bersama manusia. Ini bukan cuma soal memberi hiburan, tapi sebuah misi rahasia untuk memungut kembali serpihan jiwanya yang sempat tercerai-berai.

Nanti, saat waktunya tiba dan namanya kembali terukir indah di atas sana, sebuah gerhana tak lagi dipandang sebagai tanda kejatuhan yang kelam.

Melainkan babak awal dari sebuah kebangkitan besar.

More VTubers from Indonesia